Kisah Sukses Galileo Galilei
Galileo Galilei (1564-1642) merupakan seorang astronom, ilmuwan, dan filsuf Italia yang memainkan peran utama dalam Revolusi ilmiah dunia. Galileo meningkatkan kinerja atas penemuan teleskop dan membuat banyak penemuan penting dalam bidang astronomi. Temuan Galileo mendorongnya untuk bicara perihal pandangan Copernicus bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
Namun, pandangannya dianggap sesat, dan membuatnya mesti mendapat status sebagai tahanan rumah. Beberapa karya ilmiah terbesarnya juga Dua Ilmu Baru (Two New Sciences) perihal kinetik dan kekuatan materi. Galileo lahir di Pisa, Florence, Italia pada tahun 1564. Meskipun ia terlahir dari kasta bangsawan, tapi situasi ekonomi keluarganya tergolong menengah ke bawah. Orang tua Galileo memahami akan potensi dan bakat kecerdasan yang muncul dalam diri Galileo sehingga sang ayah memberikan peluang dan stimulus kepadanya untuk mempunyai karier dalam bidang kedokteran.
Di saat yang bersamaan Galileo tengah menimba ilmu di Universitas Pisa, ia terpersona dengan beragam mata pelajaran yang ada sehingga membautnya begitu kritis terhadap beragam pengajaran yang ia dapatkan, khususnya terhadap pengajaran Aristoteles yang sudah mendominasi pendidikan sepanjang 2.000 tahun terakhir. Yuk simak kisah sukses Galileo Galilei dibawah ini yang bisa Anda jadikan pengetahuan.
Masa Kecil Galileo
Pada th. 1572, saat Galileo berusia delapan tahun, keluarganya pindah ke Florence, kota kelahiran ayahnya. Namun, Galileo tetap di Pisa dan tinggal selama dua tahun dengan Muzio Tedaldi, suami ke dua dari ibu Galileo. Ketika Galileo usia sepuluh tahun, ia meninggalkan Pisa untuk tinggal dengan sang papa di Florence. Di sana Galileo mendapat pengajaran dari Jacopo Borghini.
Ketika ia dirasa cukup umur mendapatkan pendidikan di sebuah biara, orang tuanya mengirim Galileo ke Biara Camaldol di Vallombrosa yang terdapat di lereng bukit hutan, kurang lebih 33 km di sebelah tenggara Florence.
Ordo Camaldol tidak terikat terhadap Ordo Benediktin, di mana ke dua ordo berikut telah terpisah kurang lebih tahun 1012. Karena pengajaran berasal dari biara Camaldol yang ia ikuti, Galileo menemukan bahwa dirinya berkeinginan untuk jadi seorang biarawan, tapi keputusannya itu tidak diterima oleh sang papa karena mempunyai pilihan tersendiri agar Galileo jadi seorang dokter.
Masa Studi Galileo
Sang ayah, Vincenzo Galilei menghendaki Galileo untuk kembali dari biara Camaldol Vallombrosa ke Florence dan meninggalkan keputusannya untuk bergabung dengan ordo Camaldolese. Namun, Galileo melanjutkan sekolahnya di Florence, di sebuah sekolah yang dikelola oleh para biarawan Camaldol.
Pada 1581 Vincenzo mengirim Galileo kembali ke Pisa untuk hidup dengan Muzio Tedaldi dan memintanya untuk mendaftar di Universitas Pisa untuk mendapat gelar di bidang kedokteran seperti keinginan ayahnya. Dalam pandangan Galileo, karier di bidang medis tidaklah menarik, sehingga membuatnya berpaling terhadap minatnya yaitu pelajaran matematika dan filsafat alam.
Selama liburan musim panas, Galileo studi matematika di Pisa dengan seorang guru matematika bernama Filippo Fantoni. Karena kesukaannya terhadap matematika, ia lantas jadi profesor matematika di Universitas Pisa. Namun karena kritiknya terhadap penemuan Aristoteles membuatnya menghadapi persoalan dan diisolasi oleh lingkungannya.
Penemuan Astronomi Galileo
Selama 3 tahun, ia diasingkan sebagai tahanan rumah dan ia memutuskan untuk keluar dari kampus dimana ia mengajar. Selama 18 tahun, Galileo mengajar di bidang astronomi dan mekanika. Selama masa tersebut, Galileo membuat penemuan penting di dalam peristiwa dunia, yakni penemuan perihal gravitasi, kelembapan, dan mengembangkan termometer.
Dia juga bekerja pada jam pendulum Galileo, serta bekerja pada pengetahuan gnomonik (memberi waktu dengan bayangan) dan hukum gerak. Dalam bidang astronomi inilah Galileo menjadi yang paling dikenal.
Galileo sampai pada analisis yang sama dari Copernicus bahwa matahari adalah pusat alam semesta dan bukan bumi. Galileo juga pecinta besar Johannes Kepler untuk karyanya perihal gerakan planet.
Dengan menciptakan teleskop kuat pertama di dunia, Galileo bisa menjalankan banyak penjelajahan yang menakjubkan perihal alam semesta. Teleskop ciptaan Galileo miliknya bisa meningkatkan pembesaran dari hanya 2x menjadi 30x pembesaran.
Melalui karya teleskop ciptaan Galileo, ia mendapatkan beberapa penemuan baru di antaranya:
- Saturnus punyai lingkaran awan yang indah.
- Bulan tidak rata tapi punyai gunung dan kawah.
Dengan memanfaatkan teleskopnya sendiri, ia mendapatkan empat bulan Jupiter, yakni Io, Ganymede, Callisto, dan Europa. Dia juga mencatat bahwa bulan-bulan selanjutnya berputar di sekitar Yupiter, bukan berputar memutari matahari. Untuk mendukung teori heliosentrisme, Galileo punyai bukti matematis Copernicus tapi juga bukti baru dari pengetahuan astronomi.
Galileo memahami bahwa menerbitkan studi-studi ini dapat mempunyai ketidaksetujuan otoritas gereja pada masa itu. Namun, dia selamanya berpegang teguh atas penemuannya dan berani mengambil risiko atas ketidaksenangan dari pihak-pihak oposisi.
Pada tahun 1582-1583, Ostilio Ricci yang merupakan pakar matematika dari Pengadilan Tuscan dan mantan murid Tartaglia, mengajar kursus perihal Elemen Euclid di Universitas Pisa yang dihadiri Galileo. Ostilio Ricci adalah orang yang membujuk Vincenzo, ayah Galileo supaya Galileo diperkenankan untuk bisa belajar lebih dalam perihal matematika sesuai dengan minatnya.
Sang ayah yang tadinya tidak berikan izin pada Galileo, kelanjutannya menyetujui keinginan Ostilio Ricci dan inilah yang mengakibatkan Galileo tidak merampungkan gelar kedokterannya dan lebih memilih minatnya untuk belajar matematika, juga mempelajari karya-karya Euclid dan Archimedes dari terjemahan bahasa Italia yang dibuat oleh Tartaglia.
Galileo mulai mengajar matematika, pertama kali secara privat di Florence, Siena & Vallombrosa sambil menulis karya ilmiah pertamanya yang diberi nama The Little Balance (La Balancitta) yang melukiskan metode Archimedes untuk mendapatkan gravitasi khusus (yaitu kerapatan relatif) dari zat yang memanfaatkan keseimbangan.
Galileo Menyandang Reputasi Tinggi di Usia Muda
Pada tahun selanjutnya ia menjalankan perjalanan ke Roma untuk berkunjung ke Clavius yang adalah profesor matematika di Jesuit Collegio Romano. Sebuah topik yang benar-benar populer di kalangan matematikawan Jesuit kala itu adalah berkenaan pusat gravitasi dan Galileo membawa juga beberapa hasil yang telah ia temukan berkenaan topik tersebut.
Setelah meninggalkan Roma, Galileo tetap miliki pertalian baik dengan Clavius melalui setiap pertemuan korespondensi. Tentu saja teorema yang dibuktikan oleh Galileo pada pusat gravitasi benda padat, ia tinggalkan di Roma dan tak dapat dipungkiri bahwa teori yang ia bawahan sering dibahas dalam setiap pertemuan.
Besar kemungkinan bahwa Galileo terima catatan kuliah dari kursus yang telah diberikan di Collegio Romano, karena ia membuat salinan materi seperti itu yang masih bertahan sampai sekarang.
Korespondensi ini di awali sekitar th. 1588 dan membuat Galileo diundang sebagai pemateri untuk memberi kuliah di Dante’s Inferno, sebuah Akademi di Florence. Fantoni yang awalnya mengajar di jurusan matematika di Universitas Pisa pada 1589 punya niat mengundurkan diri dan Galileo ditunjuk untuk menggantikannya.
Penunjukan pada Galileo bukanlah tanpa sebab. Ini gara-gara reputasinya yang benar-benar baik yang ia tunjukkan sepanjang berkuliah di Akademi Florence dan rekomendasi kuat berasal dari Clavius.
Galileo berkesempatan menjadi matematikawan muda yang dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai seorang pengajar yang diandalkan, tidak cuman itu, ia masih memiliki potensi yang dapat membuatnya memiliki posisi yang lebih tinggi lagi.
Selama 3 tahun Galileo dipercaya untuk memegang posisi stersebut di Universitas Pisa sambil membuat serangkaian esai berkenaan teori gerak kepada De Motu yang tidak pernah ia terbitkan. Esai tersebut dengan sengaja tidak ia terbitkan dimungkinkan gara-gara Galileo mulai kurang bahagia atas gagasan yang ia tuangkan dalam esai tersebut di mana di dalamnya ia menuliskan teori berkenaan benda jatuh menggunakan bidang miring untuk memperlambat laju.
Pada th. 1591, Vincenzo Galilei, ayah Galileo meninggal dan gara-gara Galileo adalah putra tertua, ia kudu memberikan perlindungan keuangan untuk keluarga lainnya khususnya bagi ke-2 adik perempuannya untuk kepentingan mas kawin dalam pernikahan mereka.
Menjadi profesor matematika di Pisa ternyata tidak dibayar dengan baik. Hal ini mengakibatkan Galileo kudu mencari pekerjaan yang dapat memberikan pendapatan yang lebih menguntungkan. Dengan rekomendasi dari Guidobaldo del Monte, Galileo diangkat sebagai profesor matematika di Universitas Padua (universitas Republik Venesia) pada tahun 1592 dengan gaji tiga kali lipat dari yang ia terima di Pisa. Pada tanggal 7 Desember 1592 ia memberikan kuliah perdana dan berdedikasi setidaknya sepanjang delapan belas tahun di kampus tersebut.
Galileo sangat bahagia dan melukiskan bahwa itu adalah masa-masa paling bahagia dalam hidupnya untuk mengajar di Universitas Padua. Selama di Universitas Padua, ia bertugas untuk mengajar materi berkenaan geometri dan standar (geosentris) Euclid kepada mahasiswa kedokteran, sebuah materi yang kudu diketahui bagi mereka berkenaan beberapa astronomi untuk digunakan astrologi dalam praktik medis mereka.
Pada kala itu, Galileo menentang pandangan Aristoteles berkenaan astronomi dan filsafat alam dalam tiga kuliah umum yang diberikannya sehubungan dengan tampilan Bintang Baru (sekarang dikenal sebagai ‘Kepler’s Supernova’) pada tahun 1604.
Kepercayaan berkenaan astronomi dan filsafat alam pada kala itu menganut kepercayaan Aristoteles, yakni bahwa semua pergantian di langit kudu berjalan di lokasi bulan yang dekat dengan Bumi, ranah bintang-bintang tetap berwujud permanen.
Galileo gunakan argumen paralaks untuk menunjukkan bahwa Bintang Baru tidak bisa saja dekat dengan Bumi. Dalam sebuah surat pribadi yang ia tulis pada tahun 1598, Galileo telah menunjukkan bahwa ia adalah seorang Copernicus (orang yang percaya pada teori Copernicus).
Namun, tidak ada tanda publik dari kepercayaan ini yang keluar sampai bertahun-tahun kemudian. Di Padua, Galileo mengawali pertalian jangka panjang dengan Maria Gamba yang berasal berasal dari Venesia. Menurut kabar, mereka tidak menikah, hal ini dimungkinkan gara-gara Galileo mulai mengalami situasi keuangannya tidak lumayan baik pada kala itu.
Namun, akhirnya mereka pun menikah dan pada tahun 1600, anak pertama mereka yang diberi nama Virginia lahir, diikuti oleh putri ke-2 bernama Livia pada tahun berikutnya. Pada tahun 1606, putra mereka lahir dan diberi nama Vincenzo.
Galileo Mengakui Kesalahan
Meski Galileo adalah seorang yang cerdas dan penuh dengan rasa ingin tahu, tapi ia senantiasa manusia biasa yang mampu melakukan kesalahan. Beruntungnya, ia adalah seorang penemu yang juga mempunyai kerendahan hati untuk sudi mengakui kekeliruan yang ia lakukan lewat temuan teorinya.
Galileo menjabarkan kekeliruan dalam teori yang ia jelaskan tentang gerak di mana bahwa gaya yang bekerja pada benda adalah perbedaan relatif pada gravitasi spesifiknya dan gaya zat yang melaluinya itu pindah.
Ia mendeklarasikan kesalahannya di De Motu sekitar tahun 1590. Selain itu, ia juga menulis kepada temannya, Paolo Sarpi, seorang pakar matematika yang baik yang merupakan konsultan untuk pemerintah Venesia pada 1604.
Melalui suratnya itu, ia dengan jelas menuliskan bahwa ia menyadari kesalahannya. Hal ini yang menjadi kunci utama dalam kisah Galileo Galilei. Melalui studinya tentang bidang miring dan pendulum, dia sudah merumuskan hukum yang benar dari benda jatuh. Namun, hasil teori yang terkenal itu sempat tidak dipublikasikan selama 35 tahun.