Menerjemah Karena Biasa

Jasa Penerjemah

Para penerjemah yang berkerja bersama-sama dengan tim atau penerjemah lain yang berkerja di perusahaan jasa penerjemah tersumpah, sebaiknya menyelesaikan sesuai dengan caranya sendiri-sendiri, baru tahap kemudian pada proses penyamaan penggunaan terminologi diadakan diskusi atau penjelasan mengenai kepatutan terminologi yang akan digunakan dalam dokumen tertentu. 

Model penerjemah yang disempurnakan adalah model yang menggabungkan antara kecerdasan alam bawah sadar dan kecerdasan alam sadar, inilah proses yang kita semua inginkan akan dapat diterapkan sepanjang masa. Sayangnya, proses ini tidak seperti itu.

Proses ini mempunyai banyak sekali hambatan bagi penerjemah, mulai dari ingatan yang buruk dan kamus yang tidak layak, kata dan frasa yang tak dapat diterjemahkan (permainan kata, dll.), sampai masalah alih bahasa yang benar-benar tak terpecahkan, yaitu masalah yang melintasi banyak sekali perbedaan besar, misalnya antara bahasa Inggris dengan bahasa-bahasa negara Dunia Ketiga. ulasan ini memberi kita kesempatan untuk membayangkan “hambatan-hambatan” ini secara kinestetis.

Anda menghentikan mobil, berbalik arah, mundur untuk menghindari rintangan atau mengambil jalan lain. Tindakan ini dapat dirunut sebagai gerakan berlawanan arah jarum jam yang mundur mengelilingi lingkaran.

Panduan bawah sadar tidak membuahkan hasil. Muncul suatu hal yang tidak dapat Anda selesaikan dengan repertoire kebiasaan yang ada. Dalam banyak kasus, proses bawah sadar akan terhenti dengan sendirinya karena kebingungan, ketidakmampuan untuk meneruskan. Pada kasus lain, perlahan-lahan, semakin lama Anda semakin tidak nyaman dengan panduan yang dipakai untuk mengarahkan penerjemahan, sampai akhirnya Anda tidak sanggup lagi menahan ketegangan antara “keberhasilan” bawah sadar yang tampak dengan perasaan gagal yang membayangi samar-samar.

Anda tergesa-gesa mengerem dan mundur. Seperti yang sudah kita ketahui, kita juga bisa membangun sistem alarm, mungkin sistem rem darurat otomatis, menjadi fungsi “kebiasaan” atau bawah sadar sehingga beberapa kata, frasa, ranah bahasa (register), norma budaya tertentu, atau yang sebagainya menghentikan proses dan memaksa Anda menghadapi masalah itu dengan sadar, analitis, dan waspada. Praktis pekerjaan penerjemah adalah mengulang dari satu dokumen ke dokumen lain dan dari seminar ke seminat lain begitu terus sampai pada ujungnya ia akan mengatakan: menerjemah sudah “biasa”

Seorang ibu rumah tangga satu tempo bepergian dari kota Kediri ke Jakarta, setelah sampai ke Jakarta ia akan merasakan kecapekan yang dalam, tetapi bagi masinis yang sudah sangat terbiasa melakukan perjalanan dari kota Kediri ke Jakarta, bahkan setiap hari lebih dari sekali (mumgkin) ia tidak akan merasakan kecapekan yang salam, dan mungkin ia akan mengatakan perjalanan dari kota Kediri ke Jakarta “biasa saja”. Supir mengatakan demikian karena sudah sangat terbiasa dengan perjalan itu, dan bagi ibu rumah tangga atau profesi lain seperti penerjemah akan merasakan kecapekan yang lebih dalam dari pada supir yang sudah terbiasa. 

Sistem alarm atau rem ini penting, khususnya ketika menerjemahkan dengan konteks yang secara politik sulit atau sensitif, demikian pula ketika Anda merasakan bahwa pengalaman Anda sendiri sangat berbeda dengan pengalaman si pengarang asli sehingga kemungkinan besar terjadi ke salahan tanpa disadari (seperti ketika menerjemahkan me lintasi perbedaan-perbedaan besar yang timbul akibat gen der, ras, atau pengalaman kolonial); atau ketika Anda mendapati diri Anda berseberangan pandangan dengan pengarang sumber.

Jadi, dengan dipaksa keluar dari penerjemahan bawah sadar, Anda mulai berpikir dengan penalaran penuh, secara sadar, analitis, mundur memutari lingkaran, melewati deduksi dan berbagai aspek induksi menuju abduksi, yakni langkah intuitif menuju solusi baru yang mungkin berlawanan dengan segala sesuatu yang Anda ketahui dan yakini, tetapi toh rasa-rasanya benar. Setiap kali sebuah proses menemui kegagalan, Anda beralih pada proses lain.

Sebagai seorang penerjemah yang memiliki perusahaan sendiri (perusahaan jasa penerjemah tersumpah) penulis sesekali memperdenganrkan musik instrumen kepada para penerjemah yang berkeja tampat kami, mereka satu persatu ditanya apa perasaan mereka setelah mendengarkan musik tersebut, dan bagaimana interpretasi setiap penerjemah soal siapa pemain musiknya dan pertanyaan-pertanyaan lain, Jawabannya sudah bisa ditebak tentu sangat beragam, yang paling penting untuk diketahui adalah bukan isi dari jawaban mereka, tetapi keterkaitan jawaban mereka dengan sesuatu. Kenapa penting? karena sesuatu itu pasti berkaitan dengan kondisi alam bawah sadar para penerjemah. Jika jawabannya berkaitan dengan soal materi, arti keterkaitan itu diantaranya adalah mereka sedang berpikir seputar honor, kebutuhan, hutang dan lain-lain. 

Itulah alam bawah sadar dapat dibangun sangat efektif melalui rutinitas yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Latihan menerjemah adalah saranan paling baik dalam melatih alam bawah sadar untuk memiliki kebiasaan yang terfokus pada kegiatan menerjemah saja.